BKPRMI Aceh Tengah

BKPRMI Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tengah

BKPRMI Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tengah

Diterbitkan pada 28 Dec 2025

Aceh Tengah, Ahad 28 Desember 2025 - Kabupaten Aceh Tengah masih berada dalam kondisi darurat pascabanjir bandang dan longsor hebat yang mulai melanda wilayah ini sejak 26 November 2025 akibat hujan ekstrem yang tak kunjung berhenti dan kondisi hidrometeorologi yang berat. Bencana ini bukan sekadar banjir biasa. Infrastruktur rusak parah, ratusan kampung terisolasi, akses jalan dan jembatan putus, serta komunikasi yang lumpuh total menjadi pemandangan sehari-hari warga dan relawan di lapangan.

Data BNPB Aceh Tengah menunjukkan puluhan kampung di Aceh Tengah masih terisolasi total hingga akhir Desember, bahkan beberapa desa baru bisa dijangkau melalui udara atau perahu karena kondisi jalan benar-benar tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Banyak fasilitas umum rusak, pasokan logistik terhambat, dan masih ada warga yang menunggu evakuasi di daerah rawan.

Dalam situasi seperti ini, program BKPRMI Peduli menjadi salah satu bentuk aksi nyata solidaritas kemanusiaan. Dewan Pengurus Pusat BKPRMI bekerja sama dengan DPD BKPRMI Kabupaten Aceh Tengah menyalurkan bantuan langsung kepada para ustadz dan ustadzah yang terdampak, memastikan dukungan sosial dan logistik sampai ke tangan mereka meski medan sangat ekstrem.

Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Aceh Tengah, Jahirim Tumanggor, S.Sos, bersama seluruh pengurus tak hanya merencanakan distribusi dari meja kerja. Mereka turun langsung ke lapangan, melewati jalur rusak, longsor, dan jalan berlumpur yang bahkan banyak relawan lain menghindari karena terlalu berbahaya. Langkah ini diambil agar amanah dari pusat bukan sekadar jargon, tapi benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.

Ketua Umum DPP BKPRMI Indonesia, H. Nanang Mubarok, S.HI., M.Sos, menyatakan dukungan BKPRMI bukan hanya dalam bentuk sembako, tetapi juga semangat dan harapan bagi komunitas pengajar agama yang tetap berupaya mengabdi di tengah gejolak bencana.

Salah satu penerima bantuan, Vira Yunita, ustadzah TPA Al-Ikhlas di Kampung Tirmiara Kecamatan Rusip Antara, menyampaikan apresiasi kepada BKPRMI. Ia berbagi bagaimana kondisi pascabanjir membuat aktivitas belajar mengajar terganggu, rumah dan fasilitas TPA banyak yang rusak, serta bagaimana bantuan ini menjadi sedikit angin segar bagi mereka yang selama berminggu-minggu hidup di tengah tantangan besar.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian ini. Di saat kondisi berat seperti ini, dukungan nyata seperti ini bukan cuma membantu kebutuhan dasar, tapi juga memberi semangat untuk kami,” ujar Vira.

Sementara itu, pemerintah daerah terus memperpanjang status tanggap darurat bencana guna mempercepat pemulihan dan penanganan dampak lanjutan, sambil terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk organisasi kemanusiaan dan sosial.

Bencana Aceh Tengah bukan sekadar masalah lokal. Ini bagian dari gelombang banjir dan longsor besar yang juga melanda daerah lain di Aceh pada akhir November 2025, menghancurkan jaringan komunikasi, membuat banyak kampung terputus, dan memaksa ribuan warga mengungsi serta menunda berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

#DPP_BKPRMI
#BKPRMI_Aceh_Tengah
#BKPRMIPeduli
#PeduliBencana

Baca Juga:

Safari Ramadhan di Kampung Lelumu Kec. Pegasing: BKPRMI Serukan Pentingnya Ketaqwaan dan Peran Masjid
Safari Ramadhan di Kampung Lelumu Kec. Pegasing: BKPRMI Serukan Pentingnya Ketaqwaan dan Peran Masjid

Pegasing, 11 Maret 2025 - Memasuki malam ke-12 Ramadhan 1446 Hijriah, pada 11 Maret 2025, suasana sy...

Baca Selengkapnya
Mempererat Silaturahmi, BKPRMI Gelar Safari Ramadhan di Masjid Baitul Qudus Kampung Mendale, Kebayakan
Mempererat Silaturahmi, BKPRMI Gelar Safari Ramadhan di Masjid Baitul Qudus Kampung Mendale, Kebayakan

Kebayakan, 7 Maret 2025, Dalam rangkaian Safari Ramadhan yang ke-4, Dewan Pengurus Daerah Badan Komu...

Baca Selengkapnya